Showing posts with label ~Hikam~. Show all posts
Keterangan=
Ketahuilah saudaraku, bahawa kejujuran ini nilainya amat besar. Dan untuk mendapatkan kejujuran ini, amatlah susah. Betapa ramai orang yang mampu untuk jujur dengan orang lain(berpura-pura), akan tetapi dirinya mengetahui bahawa dia tidak jujur kepada diri sendiri. Sekiranya tidak mampu untuk jujur kepada diri sendiri, bagaimana pula mahu jujur kepada Allah? Sedangkan orang yang tidak mampu untuk jujur kepada diri sendiri, tidak akan mampu jujur kepada Allah, bahkan Allah Maha Mengetahui di dalam isi hati setiap hambaNya. Oleh kerana itu, para masyaikh sufi, mereka telah membebaskan diri mereka dari sikap "kepura-puraan", dan mengajar kepada salik(murid) agar membuangkan "kepura-puraan" diri masing-masing. Kerana dengan membuangkan sikap "kepura-puraan" ini adalah kunci untuk mendapatkan kejujuran dalam diri.

Antara mutiara kata beliau:
قال شيخنا سيدي يوسف الحسني - حفظه الله : "مَن استَسلم في البداية, أكرمه الله في النهاية".
Sesiapa yang menyerahkan urusannya kepada Allah s.w.t. (tawakkal) pada permulaan suluknya, maka Allah s.w.t. akan memuliakannya di penghujung suluknya.
قال شيخنا سيدي يوسف الحسني - حفظه الله : "من كانت بدايته مخرقة, كانت نهايته مشرقة".
Sesiapa yang mana permulaannya membakar-bakar atau menyala-nyala, maka penghujungnya akan terang benderang.
قال شيخنا سيدي يوسف الحسني - حفظه الله :"البدايات تدل على النهايات".
Permulaan menunjukkan penghujungnya.
قال شيخنا سيدي يوسف الحسني - حفظه الله : "الصدق مع الله أقرب الطريق الى الله".
Kejujuran kepada Allah s.w.t. merupakan jalan yang paling hampir untuk menuju Allah s.w.t..
قال شيخنا سيدي يوسف الحسني - حفظه الله : "الغفلة باب كل خطيئة والنفس باب كل ذلة".
Kelalaian itu pintu bagi segala kesalahan dan nafsu itu pintu bagi segala kehinaan.
قال شيخنا سيدي يوسف الحسني - حفظه الله : "المريد ليس من انتسب الى شيخه ولكن المريد من انتسب شيخه اليه".
Seseorang murid yang hakiki itu bukanlah yang menisbahkan kepada gurunya, tetapi murid yang hakiki itu ialah, orang yang dinisbahkan akan gurunya kepadanya.
قال شيخنا سيدي يوسف الحسني - حفظه الله : "لأن أموت صادقا خير من أن أعيش كاذبا".
ٍSesungguhnya, kalau saya mati dalam keadaan jujur (kerana mempertahankan kebenaran) itu lebih baik daripada saya hidup dalam keadaan penuh tipu daya.
قال شيخنا سيدي يوسف الحسني - حفظه الله : "لا تتعلق بالعبادة لأن التعلق لا يكون إلا بالله".
Janganlah bergantung kepada ibadah, kerana ketergantungan tidak boleh kecuali hanya kepada Allah s.w.t..
قال شيخنا سيدي يوسف الحسني - حفظه الله : "كم من منة أورثتك الندامة وكم من بكاء أورثتك السرور".
Berapa banyak kenikmatan yang membawa kepada penyesalan dan berapa banyak pula tangisan yang membawa kepada kegembiraan di penghujungnya.
Disusun oleh
Al-Haqir Al-Faqir ila Hadrati Rabbihi Al-Jalil Al-Qadir
Raja Ahmad Mukhlis bin Raja Jamaludin.
Keterangan:
Allah menciptakan sesuatu penuh dengan hikmah yang mana kesemuanya mengandungi 1001 kebaikan. Sepertimana juga matahari, walaupun sinar mentarinya panas, menjadikan seseorang tidak selesa dengan kehadirannya, tetapi, kerana adanya matahari, kita dapat melihat alam ini dengan jelas. Seorang bayi juga mendapat manfaat dengan kehadiran matahari apabila dijemurkan dibawah sinar matahari pagi-pagi hari. Begitu juga dalam kegelapan malam, kerana kehadiran mataharilah yang menjadi sumber cahaya kepada bulan untuk menemani manusia pada malam hari dengan cahayanya yang begitu indah sekali.
Begitulah dunia, Allah yang menciptakan makhluknya yang buruk dan yang baik. Dengan adanya manusia yang buruk akhlaknya, maka dapat dirasai nikmat akhlak yang baik. Walaupun bagi pandangan manusia, manusia yang berakhlak buruk ini teruk, tetapi haqiqatnya mereka juga menjalani ketetapan Allah, dan mereka juga makhluk Allah yang Allah tetapkan mereka dalam keadaan yang berbeza dengan mereka yang dalam "JAMAL" Allah. Tetaplah beradab dengan mereka, disamping membawa syari'at yang murni, sepertimana yang telah diajarkan oleh para masyayikh Sufi yang dirahmati Allah.
Allahua'lam~
- Tempuhlah jalan kebaikan agar engkau selamat dari kesedihan dan marabahaya. dan tahapan suluk ada 3: Islam, Iman dan Ihsan.
- Zuhudlah!! maka engkau akan terpuji.
- Bermujahadahlah melawan nafsu, maka hatimu akan cerdas menangkap semua rahasia Allah.
- Tawakallah!!!! maka engkau akan diterima (di sisi khaliq dan makhluq).
- Banyaklah berdzikir kepada Allah!!! engkau akan menyaksikan cahaya ketuhanan
- Senantiasalah engkau lapar (tidak banyak makan) dan hindarilah banyak tidur
- Diam merupakan sifat orang-orang Ashfiyaa (orang-orang yang berhati bersih) sedangkan jidal (banyak bicara yang tidak ada manfaatnya) merupakan pekerjaan dan prilaku orang-orang bodoh.
- Uzlah (membatasi pergaulan hanya kpd orang soleh & lingkungan soleh) bagi para pemula merupakan keselamatan agamanya, Sedangkan bergaul (dengan semua lingkungan) bagi para syekh justru menambah keyakinannya.
- Beradab kepada semua orang (khususnya para ulama) sebenrnya beradab kepada Allah
- Tamak kepada makhluk berarti ragu kepada Khaliq (Allah)
- Hati-hati dari syirik tersembunyi, meskipun engau dalam sendiri (khalwah), karena jika niatmu tidak murni maka itu merupakan musibah dan malapetaka besar.
- Qana’ahlah kepada yang sedikit jika engkau berakal, apa-apa yang telah menjadi bagianmu itulah untukmu, dan yang tidak menjadi bagianmu bukanlah untukmu.
- Hindarilah mengaku-aku walaupun engkau benar, merupakan suatu etika (adab) menjauhi sifat mengakui suatu maqam (kedudukan akhlak) sebelum dan sesudah mencapainya.
- Engkau harus tampakkan kelemahan (dihadapan Allah) jika engkau benar, kerna rahasia apapun tidak ada yang trsembunyi sedang cahaya hak tidak akan padam.
- Jujurlah dalam masa pencarian dan jangan kamu terpengaruh oleh perkataan orang, kerna tida ada seorangpun yang selamat dari cacian orang sehingga tuan dari segala tuan yaitu Nabi Muhammad Saw
- Bersiap-siaplah dirimu untuk dihisab (oleh Allah) hingga dalam nafas-nafsmu, terlebih lagi makanan, pakaian, pernikah dan harta.
- Janganlah engkau samakan dirimu dengan tokoh-tokoh yang sempurna akhlaknya (syuyukh) dan para waliyullah.
- Jauhkanlah cinta populeritas dan kemasyhuran, brapa banyak orang-orang terkemuka diuji dengan dua hal itu.
- Janganlah engkau terhijab dengan khumul (menyembunyikan kemuliyaan diri) untuk mencapai Allah (wusul), serahkan dirimu kepada Pencipta furu’ dan ushul (cabangd an dasar agama), dan janganlah engkau dipalingkan oleh maqamaat (akhlak mulia) untuk wusul.
- Kepasrahan (terhdp segala yg berlaku atasmu kepada Allah) adalah merupakan tingkatan (akhlak-spiritual) yang paling tinggi.
- Ketahuilah !!!! masih banyak lagi tokoh-tokoh pilihan yang sempurna akhlak-spritualnya.
- Ketika engkau telah sampai (mencapai maqam ruhiyah yang luhur) maka janganlah bermalasan, janganlah lalai dari tipu daya makar nafsumu, dan jangan lupa apa yg telah berlaku dahulu kepada bapakmu Adam AS.
- Janganlah engkau terpedaya (gurur) dengan amal-amal taat, kerna amal itu yang penting diterima (yaitu dengan adanya ikhlas), dan janganlah engkau meninggalkan mujahadah (melawan nafsu) walaupun engkau telah menjadi ahlul wusul (orang yang telah beriman dan ma’rifah tinggi).
- Ibadah siserta istiqamah itu lebih utama daripada seribu kasyaf dan keramat
- Rasa aman dari marah Allah merupakan sebuah kerugian, dan putus asa kepada rahmat Allah merupakan kekufuran.
- Orang yang bahagia adalah orang yang beramal disertai takut tidak diterima, sedangkan orang yang menderita adalah orang yang melakukan maksiat dan berkata: Aku pasti diterima…..
- Ktika engaku melihat pelaku keburukan menjadi terhormat ketahuilah hal itu adalah sebuah tipu daya (Allah) dan istidraj (tipuan Allah untuk menjatuhkan secara berangsur), sebaliknya, dan ketika engkau melihat ia ditinggalkan (dihinakan) karena keburukannya maka ketahuilah bahwa dia tengah dicintai dan mahkotai (cahaya kebenaran).
- Pelanggaran kepada zahir syariat adalah zindiq, sedang bersepakat dengan orang-orang sesat adalah mencelakakan.
- Menyombongkan kepada orang yang sombong adalah suatu sedekah
- Bergaul dengan orang-orang kaya akan mewariskan ketamakan, Bergaul kepada orang-orang faqir mewariskan sifat qana’ah, dan ziyarah kubur mewariskan hati yang tunduk (khusyu’)
- Bergaul kepada Ulama akan menambahkan ilmu pengetahuan, Bergaul dengan orang-orang bodoh akan mengurangi amal baik. Juga janganlah engkau bergaul dengan ahdas (orang-orang yang rendah iman, moral dan ma’rifatnya meskipun tua usianya) dan jangan berkecenderungan bergaul wanita (lawan jenis) bagi penuntut wusul kecuali jika setelah sempurna (akhlaknya).
- Engkau harus mampu menanggung segala musibah derita, bersabar atas kepapaan, dan membuang segala kerendahan dari sifatmu seperti hasud, dengki serta dendam.
- Pemaaf itu terpuji, pemarah itu tidak disukai dan tergesa-gesa itu sifat orang-orang sengsara jiwa.
- Hati-hatilah engkau bersifat uzub dan takabbur, jauhilah sifat dusta dan congkak.
- Janganlah engkau bergaul dengan orang yang berbeda dengan jalanmu walaupun ia seorang yang mulia, namun bergaulah dengan orang yang sesuai tujuannya dengan tujuanmu, pilihlah baik-baik teman ukhuwah untuk dirimu dan tinggalkanlah para pengkhianat ukhuwah dengan cara yang baik.
- Kurangilah banyak bepergian walaupun dengan menggerakkan pikiran dan khayal kerana hal itu akan menghambat seorang salik (pemula) dari wusul (ma’rifatullah), Namun apabila engkau telah wusul (ahli nihayah) maka (sebaliknya) jangan tinggalkan bepergian.
- Janganlah alam/malhluk itu menghijabmu (menghalangi hatimu) dari (mengenal) Penciptanya (Allah).
- Bersihkan Tuhanmu (Allah) dari segala (sifat-sifat) yang baharu dan tempat.
- Dzikir (lisan) yang disertai hudur (hadirnya hati bersama Allah) dan berfikir (kepada sifat-sifat Allah) akan mengesankan musyahadah kepada zat Allah.
- Setia atau memenuhi janji adalah amanah
- Dermawan adalah merupakan kondisi jiwa orang-orang yang maqbul (disukai Allah), sedang pelit/kedekut merupakan perbuatan orang-orang yang dibenci Allah.
- Syeikh Mahmoud Al Kurdy ra berkata: Janganlah engkau terpedaya dengan pujian orang kepadamu, karena engkaulah yang lebih tahu kepada dirimu sendiri.
- Ridha (menyerah) kepada nafsu adalah ciri kebodohan
- Ilmu itu lebih utama daripada amal.
- Keutamaan itu untuk orang Alim (berilmu) meskipun sedikit amalnya daripada seorang Abid (ahli ibadah) meskipun banyak amalnya dan panjang umurnya
- Ilmu itu ada dua macam: Ilmu (yang diperoleh dari) tulisan dan ilmu (yang diperoleh dari) dzauq (kesehatan&kebersihan ruh).
- Upaya membersihkan diri dari kotoran moral itu dengan menyerahkan diri (tarbiyah) kepada para syekh (murobbi), dan kegembiraan yang diperoleh ruh karena dapat membersihkan jasad (mampu beramal dampak dari kebersihan ruh).
- Perjalan (tarbiyah ruhiyah) tanpa petunjuk (murobbi) akan lama dan panjang.
- Syekh adalah orang meningkatkanmu (dekat kepadaNYA) dengan sirnya, membimbing (menuju jalan hak), menyiapkan (untuk menerima rahasiaNYA) dan mebersihkan (dari mencintai selainNYA) hatimu, serta menjernihkannya dari selainNYA.
- Seorang murid adalah orang yang menyembelih nafsunya (dengan pedang mujahadah).
