Si musafir yang mengembara mencari keredhaan Allah~

  • Facebook

Bisikan Sirr (Sajak 3)

Posted by Tengku Ahmad Saufie - -


Bila sang suria memancarkan cahayanya,
Terhapuslah baginya kegelapan malam,
Segala asmaNya terang kelihatan,
Bagi sang perindu yang memujaNya,
Lambaian angina, desiran ombak,
Langit membiru, kehijauan pepohon,
Semua itu adalah bahasa cinta,
Hanya pada kekasihNya yang memahami.

Wahai para pemuja dunia,
Engkau tiada akan mengerti,
Apakah bahasa di sebaik suara,
Hanya terfana pada mata dan telinga.

Alangkah ruginya sesiapa yang buta bahasa cinta,
Ia akan buta selamanya,
Walaupun apa bentuk yang digambarkan,
Sama ada di dunia atau di akhirat.

Lihatlah para kekasihNya,
Mereka menari bersama dengan lukisan cinta,
Bersama hembusan angina dan ayunan pepohon,
Tiada kesedaran diri, asyik,
Mabuk dalam minuman rindu,
Hingga manusia menyangka ia gila,
Sedangkan ia hanyalah perindu,
Yang melihat segalanya bagaikan wajahNya,
Begitulah apabila si Majnum menggilai Laila,
Melihat rumahnya sedah terubat,
Wajah Laila sedah kelihatan.

Alam tenggelam bagi si pemabuk,
Hanya wajahNya yang terlukis di mana-mana,
Tiada baginya gundah gelana,
Ia tenggelam dalam lautan musyahadah,
Segalanya semata-mata Dia!