Si musafir yang mengembara mencari keredhaan Allah~

  • Facebook

Bisikan Sirr (Sajak 4)

Posted by Tengku Ahmad Saufie - -


Ombak dan angina hanyalah pukulan cemeti,
Untuk menguji sang kekasihNya,
Kepedihan dan kesakitan,
Diterima dengan senyuman kegembiraan.



Kekasih yang tenggelam dalam cinta,
Tiada melihat cemeti pada jiwanya,
Segalanya bagaikan belaian dan pelukan sang kekasihNya,
Tiada mahu dirinya jauh daripada dakapanNya.

Bagaimana mahu memahami ini,
Jika ammarah menyelubungi jiwa,
Pandangannya menjadi kabur,
Cemeti dianggap kemarahan,
Timbulnya sangkaan terhadap penciptaNya.

Ibu yang melahirkan pasti menyayangi,
Apalagi diriNya yang mencipta,
Dengan namaNya Ar-Rahman dan Ar-Rahim.

Dari tiada menjadi air,
Dari air menjadi darah,
Darah menjadi daging,
Kemudian dicipta tulang,
Dan dibungkusnya dengan sifat yang indah,
Kemudian ditetapkan takdirNya,
dipeliharaNya dengan sifat RabbNya.

Hanya hati yang disihir,
Tiada merasai kasih sayangNya,
Tiada merasai belaianNya,
Tiada mendengan bisikan cintaNya,
Tiada merasai kehampiranNya.

Duhai insan,
Alangkah ruginya perjalanan ini,
Jika engkau buta padaNya,
Sedangkan Dia yang zahir dan batin,
Bersamamu dalam setiap detik,
Mengapa engkau lari dari cintaNya,
Mengaoa engkau memalingkan dari wajahNya yang indah,
Mengapa engkau tidak menyahut seruanNya di atas lidah NabiNya,
Mengapa engkau tidak menujuNya,
Sesungguhnya Dia tidak pernah meninggalkanmu,
Engkau yang meninggalkanNya,
Sesungguhnya Ia tidak pernah lupa kepadamu,
Tapi engkau yang melupaiNya.

Sebutlah namaNya dengan penuh renungan kecintaan,
Nescaya Ia akan menyebut namamu dengan kecintaanNya,
Jangan diisi nama yang lain dalam istanaNya,
Nanti istanaNya akan suram tanpa cahaya dan keindahan.

Marilah,
Marilah kembali kepada cintaNya,
Kembali dalam dakapanNya,
Kembali menghadap pada wajahNya,
Dia menunggumu dan sentiasa membuka tanganNya,
Untuk memelukmu kekasihNya.